PERTEMUAN KE-1 LALU LINTAS PEMBAYARAN DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI

Posted: January 12, 2011 in PERDAGANGAN DALAM NEGERI
Tags:

Lalu Lintas Pembayaran Dalam Negeri dan Luar Negeri adalah salah satu mata kuliah yang diikuti oleh siswa jurusan Managemen Keuangan dan Perbankan – Program D3
————————————————

Apa yang dimaksud dengan Lalu Lintas Pembayaran Dalam Negeri dan Luar Negeri ? pastinya terkait dengan suatu sistem pembayaran.
SISTEM PEMBAYARAN adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

KOMPONEN SISTEM PEMBAYARAN, ini meliputi :
1. Alat pembayaran
2. Mekanisme sistem pembayaran ( kliring, RTGS, SWIFT—> settlement)
3. Lembaga yang terlibat dalam sistem pembayaran (bank, non bank penyelenggara transfer dana, perusahaan switching, juga bank sentral).

ad.1. ALAT PEMBAYARAN                                                                                                         alat pembayaran yang diterima secara umum dan dijadikan alat pembayaran yang sah adalah UANG
I. DEFINISI UANG                                                                                                                      Definisi : Uang dalam ilmu ekonomi tradisional sebagai alat tukar yang dapat diterima secara umum.
Dalam ilmu ekonomi modern,adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa serta kekayaan berharga lainnya untuk pembayaran hutang.

II. JENIS UANG                                                                                                                          Uang itu sendiri dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Berdasarkan Bahan (material)
2. Berdasarkan Nilai
3. Berdasarkan Jenis Currency

ad.1. Berdasarkan Bahan (material)nya, jenis uang dibagi menjadi dua (2), yaitu :
a. Uang Logam (COINS)
b. Uang Kertas (BANK NOTES), yang terdiri dari dua macam, yaitu :
b.1. Uang kartal atau common money, yaitu  uang kertas yang dipegang atau dimiliki oleh masyarakat secara luas dan menjadi alat pembayaran yang sah yang digunakan dalam penyelesaian transaksi ekonomi.

di  INDONESIA, uang kartal awal mulanya diterbitkan oleh PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA namun sejak dikeluarkannya UU No.13 Tahun 1968 Pasal 26 ayat 1 -Hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut, dan menetapkan bank sentral sebagai satu satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang disebut dengan HAK OKTROI

Karakteristik uang kartal :                                                                                                                 1. Diciptakan oleh Bank sentral; 2. dimiliki masyarakat secara umum dalam bentuk tunai atau cash; 3. beredar disemua lapisan masyarakat; 4. sebagai alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam transaksi jual beli.

b.2. uang giral seperti cek, bilyet giro.                                                                        Karakteristik uang giral : 1. diciptakan oleh bank umum; 2. uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan yang dapat ditarik sesuai kebutuhan; 3. beredar di kalangan tertentu.; 4. masyarakat berhak untuk menolaknya sebagai alat pembayaran ; 5. penarikan uang giral dapat dilakukan dengan instrument yang sering disebut dengan cek, bilyet giro atau alat penarikan uang lainnya yang berlaku.

ad.2. Berdasarkan nilainya, jenis uang dibagi menjadi dua (2 ) macam, yaitu :
a. Uang bernilai penuh (FULL BODIED MONEY)
yang dimaksud uang bernilai penuh adalah uang yang nilai instrinsiknya sama dengan nilai nominalnya
b. Uang yang tidak bernilai penuh (REPRESENTATIVE FULL BODIED MONEY) atau dikenal dengan nama “TOKEN MONEY”
yang dimaksud dengan uang tidak bernilai penuh adalah uang yang nilai instrinsiknya lebih kecil dari nilai nominalnya.

ad.3. Berdasarkan jenis currencynya, dibagi menjadi dua(2) yaitu :
a. uang lokal (uang yang berlaku disuatu negara tertentu, contohnya, di Indonesia uang lokalnya adalah IDR – INDONESIA RUPIAH atau biasa disingkat Rp.)
b. uang asing (uang yang diperjual belikan di suatu negara tertentu selain atau diluar dari uang lokalnya, di Indonesia apa yang disebut dengan mata uang asing yaitu uang yang diperjualbelikan atau diperdagangkan sebagai komoditi seperti USD, JPY, EURO, SAR, DEM, GBP, AUD, HKD, SGD dls yang tentunya terdapat catatan kurs pada Bank Indonesia).

III. BANK NOTES                                                                                                                             di Indonesia , uang asing yang dapat diperjualbelikan harus terdapat catatan kurs pada Bank Indonesia, dan hanya uang kertas asing saja yang dapat diperjualbelikan atau sering disebut dengan “BANK NOTES”, uang logam asing (COINS) tidak dapat diperjualbelikan.

Banknotes atau CASH NOTE adalah uang kertas asing yang merupakan alat pembayaran yang sah di negara penerbit, namun merupakan barang dagangan/komoditi di negara lain (termasuk di Indonesia). Bank notes adalah devisa tunai.

Bank notes dapat diperjualbelikan di lembaga keuangan baik bank maupun non-bank yang telah mendapat ijin untuk melakukan transaksi devsa, seperti : Bank Devisa, Money Changer.

peserta pasar valas dalam transaksi jual beli valuta asing akan menetapkan dua harga pasar untuk setiap currency (mata uang)/ rate quotation , yaitu :                                           1. buying rate ; 2. selling rate  atau sering juga disebut “TWO WAY RATE” atau “TWO WAY MARKET PRICE”

Standard Quotation yang berlaku dipasar foreign exchange terdiri dari 2 cara, yaitu :            1. USD sebagai REFFERENCE CURRENCY; 2. USD sebagai NON-REFFERENCE CURRENCY

1. USD sebagai REFFERENCE CURRENCY, penulisannya sebagai berikut : USD/DEM=2.1324/33

2.USD sebagai NON-REFFERENCE CURRENCY, penulisannya sebagai berikut: EUR/USD=0.9167/72 ; GBP/USD=1.5548/56 ; AUD/USD=0.5841/46 ; NZD/USD=0.4850/57

IV. FUNGSI UANG                                                                                                                          fungsi uang   terbagi dua, yaitu fungsi inti dan fungsi turunan atau derivative,                         fungsi inti uang yaitu : 1. Unit of Account (satuan hitung); 2. Medium of Exchange (alat tukar); 3. Valuta (alat penyimpan nilai).

sedangkan fungsi turunan uang terdiri dari : 1. alat pembayaran (derivative function payment instrument); 2.standar pencicilan hutang (derivative function deffered payment); 3. alat penimbun atau pemindahan kekayaan (derivative function capital); 4. alat untuk meningkatkan status sosial (derivative function social status)

V. KRITERIA UANG                                                                                                                     1.acceptability and recognizability; 2. stability of value; 3. elasticity of supply; 4. portablility;5. durability; 6. divisibility

Comments
  1. andri says:

    Like this…

  2. yosep r hidayat says:

    asalamualaikum bu finny yang terhormat,
    saya izin mengcopy sebagian materi dari anda ya,,,

  3. SEPTATECH says:

    selanjuynya materi dapat dilihat pada buku berjudul Lalu Lintas Pembayaran Dalam Negeri dan Luar Negeri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s